Tampilkan postingan dengan label other. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label other. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

[Curhat] Menghadapi Langkah Terakhir Mendapat Gelar Sarjana

Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Karena telah berbaik hati memperbolehkan saya menarik nafas hingga saat ini, dengan gratis tentunya. Hari ini, adalah hari dimana saya merampungkan tugas akhir saya menjadi mahasiswa yaitu menyusun skripsi. 

Ya, tepat beberapa menit yang lalu saya telah menyelesaikan 103 halaman microsoft word yang saya tulis sambil duduk dan ada juga yang sambil berbaring.

Hampir 1 tahun saya perlukan untuk menyelesaikan  karya terbesar saya ini dalam hal tulis menulis. Mulai dari bulan November 2012 ketika saya mendapat kabar dari salah satu dosen terbaik di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi bahwa beliau menjadi pembimbing 1 saya. Hingga saat ini, detik ini 01 Oktober 2013, dan mungkin masih akan berlanjut untuk beberapa hari kedepan.

Perjalanan menyusun skripsi yang sungguh tidak mudah dan memang akan selalu tidak mudah untuk siapa saja yang telah, sedang atau akan menyusun skripsi. Karena bukan skripsi namanya kalau mudah untuk dikerjakan.

Banyak hal yang membuat proses skripsi ini menjadi begitu panjang, mulai dari kegiatan akademik yang sebenarnya tidak terlalu mengganggu, tapi karena si malas jadilah faktor ini disebut menganggu. Selanjutnya ada kegiatan menemukan hobi baru dalam seni mengolah cahaya yang juga sama tidak mengganggunya dengan kegiatan akademik, dan kembali karena si malas jadilah ini mengganggu. Faktor teknis, dimana si netbook “maroon” saya sempat koleps akibat terlalu banyak di cekoki virus, lagi-lagi faktor teknis ini menjadi pengganggu karena si malas, yang membuat saya enggan untuk beranjak ke warnet atau rental komputer, padahal ada banyak sekali warnet di sekitar tempat saya tinggal. Faktor lain adalah cuaca, karena penelitian saya ini membahas tentang pencemaran lingkungan hingga harus menunggu musim hujan berhenti untuk melakukan penelitian, dan ketika musim hujan berhenti kembali si malas menghampiri dan kembali sukses memperlambat skripsi saya untuk bisa selesai.  Masih banyak sebetulnya gangguan yang ada ketika menyusun skripsi ini. Tapi mungkin tidak akan muat untuk dijelaskan, dan mungkin saya akan kehabisan ide untuk menjelaskan bagaimana gangguan itu bisa disebut mengganggu. Tapi karena saya baik, akan saya berikan bocoran bahwa yang selama ini mengganggu perjalanan skripsi saya itu adalalah si MALAS !!! Ya, si malas lah yang selama hampir satu tahun ini membuat semua gangguan itu menjadi benar-benar mengganggu. Arrrrgggghhhhhh !!!!

Untungnya saya bisa segera sadar dan mengusir si malas jauh-jauh dari diri saya. Hingga akhirnya, tersusunlah sebuah mahakarya dari mahasiswa yang mahabodoh, maha tidak tahu apa-apa, maha tidak bisa apa-apa.

Kenapa bisa selesai? Karena ada keluarga, kerabat, sahabat, teman, pembimbing, dosen, supir angkot, pedagang sayur dan tetangga yang memberikan saya motivasi untuk mau belajar, mau mencari tahu segala hal dan menyusun skripsi ini tentunya dengan cara mereka masing-masing. Ya, karena merekalah sekarang saya bisa sampai pada kenyataan bahwa saya harus bersiap menghadapi ujian terakhir yang sebetulnya tidak ada ujian terakhir untuk manusia karena selama masih hidup akan selalu ada ujian yang datang menghadang.

Yah, untuk terakhir kalinya saya ucapkan jika sebentar lagi saya akan menghadapi ujian terakhir di masa kuliah saya. Yaitu SIDANG SKRIPSI…  Tanpa mengurangi rasa hormat saya, saya mohon do’a dan dukungan dari teman-teman kompasiana, yang kebetulan membaca tulisan saya ini. Agar sidang skripsi saya ini berjalan dengan lancar, do’akan agar saya tidak kembali tergoda oleh rayuan MALAS yang begitu rajin mendatangi pintu rumah, do’akan agar saya mampu mempertanggungjawabkan apa yang saya tulis dalam mahakarya saya dan terakhir do’akan agar saya selalu diberi kesehatan.

Ini yang terakhir, paling terakhir. Saya do’akan semoga kawan-kawan yang sedang menyusun skripsi diberikan kemudahan dan dijauhkan dari si MALAS yang bisa mengakibatkan gangguan dan keterlembatan dalam penyelesaian skripsi. Kawan-kawan yang akan menyusun skripsi saya hanya menyampaikan apa yang dosen pembimbing saya sampaikan jika  “DALAM MENYUSUN SKRIPSI ITU TIDAK ADA MAHASISWA BODOH DAN MAHASISWA PINTAR, YANG ADA HANYA MAHASISWA RAJIN DAN MAHASISWA MALAS”

Sekian curahan hati saya, semoga berkenan untuk membuang hal-hal yang tidak baik dan menerima yang baik. Terima kasih atas do’a dan dukungannya.

“JEJAK, KERINGAT, AIR MATA, LUKA, ASA, HARAPAN SERTA DO’A AKAN MENJADI SAKSI BAHWA KITA LAYAK MERAIH MIMPI”

Selamat menjalani hari-hari anda. 

Kamis, 30 Mei 2013

Memungkinkan Apapun yang Tidak Mungkin (Edisi Skripsi)

"Bos, besok hari Rabu kita UP."
"UP? Rabu? Ngedadak pisaaaannnnn. -,-"
Seperti itulah percakapan saya dan teman saya yang terbentuk dalam satu tim penelitian. Saya memang selama satu minggu setelah presentasi magang menghilang dari peredaran dari yang namanya kampus, tapi rupanya teman satu tim saya ini tidak mengikuti jejak saya untuk menghilang dari peredaran. Dan akibatnya adalah UP dadakan.
Tanpa banyak cingcong, saya pun langsung membujuk skripsi saya agar mau berdamai setelah satu bulan setengah saya tinggalkan. Kurang bersahabat memang awalnya karena terlalu lama di tinggalkan dan membuat saya lupa konsep penelitiannya. Tapi bukan saya namanya jika tidak bisa menyelesaikan. Dengan beberapa hari PDKT akhirnya saya sepakat untuk mengganti judul penelitian, hanya merubah redaksinya saja sebetulnya intinya tetap itu-itu sajah. Dengan beberapa kali bimbingan saya pun siap UP, sebenarnya disiap-siapkan untuk UP. Tapi akhirnya UP di undur jadi hari Senin tanggal 27 Mei, menunggu waktu saya baca-baca lagi skripsi saya dan merasa agak ganjil dengan judul skripsi saya, dan akhirnya ganti judul lagi. Salah deng, lebih tepatnya ganti redaksi judul, bimbingan lagi dengan sedikit revisi. Alhamdulillah.
Saya merasa semakin yakin saya siap untuk UP, draft presentasi telah saya susun, pembuatan slide cukup maksimal, untuk pemahaman isi, yah rasanya tidak perlu diperdalam lagi cukup baca selewat dua lewat juga bisa. Karena memang konsep penelitian saya yang cukup sederhana.
Hari Senin, tanggal 27 Mei 2013 pukul 19.32 WIB saya telah stanby di parkiran kampus, berbekal roko dan perut lapar saya membaca ulang materi presentasi saya. Mulai datang ragu dalam pikiran saya, karena ternyata banyak sekali teori yang saya tidak tahu dalam penelitian saya ini. Tapi karena berdasarkan pengalaman saya selama kuliah, terhitung tidak pernah gagal dalam presentasi. Jadi saya yakin akan bisa menjawab pertanyaan teman-teman dan dosen pembimbing saya.
Pukul 08.15 dosen pembimbing dua saya memanggil dan bilang untuk segera mempersiapkan.
Teman satu tim saya sudah siap dengan pakaian hitam putihnya, saya juga sama, namun bedanya dia tampak lebih menguasai materi presentasi. Keraguan datang lagi. Tapi segera hilang.
"Galih, silakan disiapkan bahan presentasinya"
"Iya bu.."
Notebook, hardcopy proposal dan konsumsi saya bagikan kepada pembimbing dan peserta. Slide saya buka, Bissmillahirahmannirrahiim. Presentasi saya pun dimulai. Alhamdulillah lancar walaupun agak pabuliwet gegara ragu-ragu.
Pertanyaan dari peserta bisa saya jawab dengan cukup baik. Alhamdulillah. Giliran tanggapan dari pembimbing.
Pertama pembimbing dua memberikan sedikit revisi untuk saya, ya sangat amat sedikit. Tanpa sanggahan, tanpa pertanyaan. Alhamdulillah.
Pembimbing satu saya mulai buka suara, dimulai dengan sedikit pujian. Tapi kemudian? entahlah saya hanya bisa diam, mengangguk, dan berkata "maaf pak, saya tidak tahu untuk hal itu." begitu berulang kali. Ya, saya telah habis di preteli dengan pertanyaan-pertanyaan seputar konsep penelitian, apa yang saya harapkan dan apa yang saya lakukan dalam penelitian ini. Padahal harusnya dengan saya menganggap konsep penelitian ini sederhana saya bis menjawab pertanyaan-pertanyaan beliau. Tapi saya gagal dan tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan beliau. Air muka saya mulai berubah, tangan saya sedikit gemetar dan bibir saya mulai kaku untuk melakukan pembelaan.
Sakit hatikah? iya.
Ngenes? iya.
Ngedrop? iya.
Stress? pasti.
sakit hati, tapi bukan pada dosen pembimbing saya, ngenes, tapi bukan karena dosen saya, ngedrop karena memang lemahnya mental saya, stres karena memang saya kebingungan.
Ya, itulah hasil Ujian Proposal penelitian saya, meskipun masih bisa untuk tersenyum dihadapan teman-teman saya. Tapi dalam hati saya marah. Marah pada diri saya sendiri, kenapa bisa begitu sombong, padahal tidak ada yang bisa disombongkan, kenapa bisa santai padahal banyak yang harus dilakukan ketika mempersiapkan ppresentasi, kenapa sampai tidak bisa mencerna maksud dari dosen pembimbing saya ketika bimbingan dulu. Arrrggghhhh...
satu hari saya lalui dengan berbagai keluhan akibat kesalahan yang saya lakukan sendiri. Satu hari kemudian, saya mulai bisa tenang, dan menyadari bahwa semua terjadi karena memang kesalahan saya, dan harus segera saya perbaiki.
Ada seseorang yang berkata bahwa jadi orang itu jangan so', sebisa-bisanya kamu tetep harus belajar, sejago-jagonya kamu tetep harus dilatih, setahu-tahunya kamu tetep harus cari tahu, karena selalu ada mungkin dalam setiap tidak mungkin sekalipun.
Ya, itulah kesalahan terbesar saya. Terlalu so', terlalu menganggap mudah. Membuat saya sadar, penelitian itu tidak sesederhana bermain gaple, tidak semudah bermain poker, penelitian itu tidak pernah ada yang mudah. Dan saya telah terlalu sombong untuk mengatakan penelitian saya mudah, sederhana mungkin iya, tapi mudah? mungkin tidak. Karena perlu banyak belajar, perlu banyak pemahaman, perlu banyak pertimbangan untuk melakukan suatu penelitian.
Terima kasih untuk Pak Andik dosen pembimbing satu saya yang telah membuka jalan pikiran saya. Dan sekarang, saya menjadi saya yang baru, saya yang berusaha untuk tidak so', dan selalu memungkinkan apapun yang tidak mungkin.

Skripsi itu menyenangkan kawan, nikmati prosesnya.
Selamat bersenang-senang dengan penelitian kalian. :D

Cerita Magang

Hoollaaaa.. Assalamualaikum kawan, sudah lama tidak menampakkan diri di blog ini.  Saya lihat terakhir saya menampakkan diri itu 2 minggu yang lalu, itupun dengan menggunakan penampakkan orang lain, bukan saya sendiri a.k.a copas. he
Memang akhir-akhir ini saya disibukkan dengan urusan yang sedikit penting. Refreshing. Ya, setelah sejak tanggal 1 April hingga tanggal 5 Mei kemarin disibukkan dengan kegiatan magang di PT. PINDAD Bandung.
Memang tidak terlalu sibuk sih, hanya saja tinggal di Kota Kembang ini membuat saya harus benar-benar membatasi pengeluaran saya. Sehingga harus menahan diri untuk bercengkrama dengan internet.
Ada banyak kegiatan yang harus saya jalani disaat magang, banyak kejadian-kejadian tak terduga juga selama saya tinggal di Kota Kembang ini.
Mulai dari berputar-putar mencari alamat PT. PINDAD dengan pengetahuan yang minim akan jalanan kota bandung, di lempar kesana kemari ketika membuat perizinan untuk magang, tepar gara-gara menghajar jalanan Ciamis-Bandung-Ciamis di hari yang sama, menerjang hujan untuk mengantarkan barang-barang bawaan hingga semua barang basah kuyup Ciamis-Tasik makan waktu 4 Jam broowww yang biasanya cuma 1 jam. Berebut proporsi bimbingan dengan keberangkatan magang, kenalan sama anak-anak absurd dari SMK Sumedang, tetanggaan sama anak-anak SMK Banjar yang sepertinya hobinya ngamen diterminal tiap malam main gitar dan teriak-teriak, kenalan sama pegawai PT.PINDAD, dibuat bingung sama satpam perusahaan yang akrab banget sama yang namanya detector logam lantaran terus-terus bunyi pas ngecek badan saya, padahal yang bikin bunyi Cuma duit 500 rupiah sajah. -,-. diusir satpam gegara kartu nama ketinggalan, masuk tempat produksi 10 menit tapi uda bisa bikin helm safety yg warna putih jadi abu-abu, masuk daerah terlarang perusahaan yang Cuma boleh dilewatin sama panser, boncengan pake sepeda ontel keliling komplek perusahaan yang luasnya 30 hektar lebih, kabur dari tugas pas ujan gede dengan alasan  kosan bocor padahal pengen tidur hehe, ijin pulang kampong pake alasan bimbingan padahal uda abis duit, nyasar ke terminal ledeng, naek angkot 2 jam g turun-turun, bingung nyari pintu masuk BSM, liat sepatu yang harganya diatas satu juta padahal kaya sama ajah sama yang di jual di dadaha 100ribuan, foto-foto di jembatan penyebrangan, dijailin bocah-bocah umur 3 tahun, nimbun gelas kopi ibu kosan nyampe ditagih ke kamar, ngikut mandi di kamar tetangga, kelaperan tengah malem gegara lupa nyetok makanan, masuk sarang penyamun di perempatan lampu merah, hujan-hujanan dari Bandung nyampe Tasik tanpa jas hujan tanpa jaket, salah bawa celana dalem di jemuran kosan, ekspedisi di hutan lindung PT PINDAD, jadi panitia dadakan sunatan masal, liat latihan tanggap darurat kebakaran, naek ambulan, tidur di masjid perusahaan padahal harusnya observasi lapangan, diem-dieman sama temen sekamar, ga sengaja masukin sikat penghuni kamar sebelah ke pembuangan air dan ga afdol klo tinggal sebulan di Bandung tapi ga nginjek yang namanya gasibu dan gedung sate. Well, sepertinya itu bukan magang, tapi liburan di Bandung dengan judul magang. Haha
Tapi, dengan semua hal yang saya lakukan banyak sekali pelajaran yang saya ambil, dari mulai gimana caranya biar dapet tempat ngejemur baju, sampe gimana rasanya jadi pegawai PT. PINDAD yang notabene perusahaan gede.
Begini enaknya nyandang gelar mahasiswa, bisa ngelakuin apa ajah. Dapet ilmu apa ajah. Hehee


dan ini beberapa foto saat saya berada di Bandung.













Sabtu, 13 April 2013

.: Tidak Ada Kehebatan Tanpa Ujian :.

   Tuhan membebaskan manusia untuk menentukan takdirnya. Itu sebabnya ada ungkapan manusia adalah pengarang dan aktor sejarahnya sendiri. Mau jadi apa, mau seperti apa, mau bagaimana, semua pilihan ada di tangan. Misalkan setan berbisik di telinga kiri membujuk untuk berbuat jahat, sedangkan malaikat berbisik di telinga kanan menyeru kepada kebaikan, pada akhirnya hati dan pikiran juga yang memutuskan.
   Dalam proses penciptaan, manusia dicitpakan sama, tetapi berlainan kondisi. Ada yang terlahir dikalangan konglomerat, ada yang terlahir miskin, ada yang memiliki tubuh terbilang nyaris sempurna, ada pula yang menderita cacat bawaan. Mengapa Tuhan menciptakan kita dalam beragam rupa? Jawabannya adalah agar gerak sejarah terus bergulir. Orang miskin berusaha mengatasi kemiskinan, orang bodoh berlajar untuk menjadi pintar, orang yang kuat akan menolong yang lemah, orang yang kaya akan memberi bantuan kepada yang miskin, begitu seterusnya. Tidak ada jaminan bahwa orang yang terlahir dalam keluarga banyak harta akan menjadi orang yang banyak harta pula. Begitu pula sebaliknya, tidak ada yang dapat memastikan orang yang terlahir miskin, seumur hidup berkubang pada kekurangan. Kita tahu banyak contoh yang dapat diambil, tentang kisah sukses orang-orang besar yang berangkat dari titik nol. Sebab sekali lagi, takdie ada di tangan tiap-tiap personal manusia.
   Hanya pribadi tangguhlah yang mampu menaklukkan dunia. Ini seperti sebuah proses “seleksi alam”, siapa yang kuat akan menang, sedang yang lemah akan tergilas. Apakah seseorang yang kuat dan tangguh sudah dari sana-nya memang kuat dan tangguh? Tidak ! Emas yang bernilai tinggi telah lebih dulu ditempa dan disepuh dalam proses yang tidak sebentar dan juga tidak mudah. Begitu pula dengan intan permata. Keindahan intan tidak didapat dari proses sekali jadi.
   Seorang nahkoda yang diakui kehebatannya adalah ia yang telah terbukti berhasil menaklukkan badai. Seorang panglima perang yang tersohor adalh ia yang telah berhasil enjabani ratusan perang sengit. Seorang pemimpin yang disegani adalah ia yang telah berhasil membuktikan perjuangannya. Tidak ada kehebatan tanpa ujian. Manusia hebat bukan seseorang yang turun dari langit, tetapi dari bumi naik ke langit.

Tampaknya orang hebat berkaitan dengan tindakan.
Orang-orang sukses tetap bergerak.
Mereka melakukan kesalahan,
tetapi tidak menyerah.
(Conrad Hilton)
Kusumaning, 2012. Secangkir Kopi Tanpa Kafein [34-35]

Sabtu, 06 April 2013

10 Motivator Terbaik Di Indonesia

Setiap orang didunia ini pasti membutuhkan motivasi agar hidup tetap bergairah. Berbagai metode dilakukan untuk menemukan motivasi, ada yang datang langsung namun ada juga yang harus dibangkitkan, untuk membangkitkan motivasi-motivasi yang telah menurun dibutuhkan motivator. Begitu banyak motivator di Indonesia saat ini, berikut adalah 10 motivator terbaik di Indonesia dimulai dari urutan ke 10.

10. Christian Andrianto

9. Hermawan Kartajaya

8. Gede Prama

7. James Gwee

6. Bong Chandra

5. Krisnamurti

4. Tung Desem Waringin

3. Andri Wongso

2. Mario Teguh

1. DIRI ANDA SENDIRI
Ya, betul motivator terbaik diseluruh dunia adalah diri anda sendiri. Karena pada dasarnya motivator-motivator yang sering kita jumpai di televisi atau sosial media hanya sebagai fasilitator untuk membuka pikiran kita, termotivasi atau tidak itu pilihan kita. Karena itu, tetaplah menjadi motivator untuk diri anda sendiri karena setiap orang adalah motivator paling berpengaruh untuk dirinya sendiri.. :)

Rabu, 27 Maret 2013

.: Berhati-hatilah dengan Waktu Luang :.


Menunda-nunda pekerjaan, hal itu yang sering saya lakukan selama beberapa bulan ini. Cicilan skripsi, tugas-tugas organisasi, tugas-tugas ke-RT-an, dan hal-hal lain. Begitu besar rasa malas saya kepada hal-hal itu. Paradigma 'masih lama' atau 'sedang tidak mood' menjadi satu paradigma yang melekat selama beberapa bulan ini. Akhirnya saat deadline merayap mendekati, saya pontang-panting mengerjakan semua hal dalam satu waktu. Bahkan ditambah lagi tugas dadakan yang di PR-kan oleh dosen pembimbing.
Penyesalan memang selalu datang belakangan, penyesalan terjadi karena ada suatu kesalahan dalam memilih/memutuskan sesuatu, dalam kasus saya adalah lebih memilih berleha-leha daripada menyicil pekerjaan saya.

Meskipun memang bisa saya selesaikan, energi saya terkuras habis, 2 hari 2 malam hanya tidur selama 2 jam saja. Duduk diantara kertas-kertas hampir selama 12 jam sehari, mondar-mandir di kampus dari siang sampai sore dengan berbagai keperluan. Jika pekerjaan ini saya cicil daridulu mungkin tidak akan sebanyak ini waktu, tenaga dan pikiran yang harus saya gunakan.

Padahal sudah jelas-jelas Rasulullah menyatakan dalam hadist yang diriwayatkan BUkhari "Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang.”

Waktu senggang yang mungkin pada awalnya kita gunakan sebagai waktu untuk menghilangkan kejenuhan akhirnya begeser menjadi kemalasan yang persisten, berorientasi pada kesenangan dan melupakan kewajiban-kewajiban baik itu kewajiban dunia maupun kewajiban beribadah.

Santai memang diperbolehkan tapi harus proporsional dengan melaksanakan kewajiban. Ketika santai mulai tidak proporsional yang ada hanya pencarian kesenangan dan hura-hura semata.

Ketika diri mulai sadar telah termakan oleh godaan kesenangan. Maka, niatkan dalam hati untuk tidak seperti itu. Mulailah mencari kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Mulailah produktif ketika mengisi waktu luang, hasilkan sesuatu apapun itu, in a positive way tentunya.

Ada banyak cara menggusur letih dan jenuh. Letih dan jenuh kadang tidak cuma bisa disegarkan dengan santai. Ada banyak cara agar penyegaran bisa lebih bermakna dan sekaligus terjaga dari lalai.

Para sahabat Rasul biasa mengisi waktu kosong dengan tilawah, zikir, dan shalat sunnah. Itulah yang biasa mereka lakukan ketika suntuk saat jaga malam. Bergantian, mereka menunaikan shalat malam.

Bentuk lainnya adalah bermain dengan istri dan anak-anak. Rasulullah saw. pernah lomba lari dengan Aisyah r.a. Kerap juga bermain ‘kuda-kudaan’ bersama dua cucu beliau, Hasan dan Husein. Dari sini, santai bukan sekadar menghilangkan jenuh. Tapi juga membangun keharmonisan keluarga. Dengan kemajuan teknologi saat ini tentu banyak hal bermanfaat lainnya, blogwalking membaca artikel-artikel yang menambah wawasan. Atau mencoba untuk menulis, berbagi  ilmu dan pengalaman. Hal-hal tersebut tentu akan lebih bermanfaat daripada hanya melakukan kesenangan/hura-hura.

Rasulullah saw. mengatakan, “Orang yang cerdik ialah yang dapat menaklukkan nafsunya dan beramal untuk bekal sesudah wafat. Orang yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan muluk terhadap Allah.” (HR. Abu Daud)

Kamis, 21 Maret 2013

Malaikat Tak Bersayap

gambar : mshennie.files.wordpress.com
Hari ini, raja matahari tak melepaskan tatapannya dari bumi, begitu tajam begitu menyengat. Membuat siapa saja yang terkena tatapannya mengeluarkan peluh-peluh kecil di dahi dan pelipisnya. Saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju kampus di kota tetangga. Panas yang begitu terik membuat baju saya basah oleh keringat dan membuat pikiran terasa begitu penat. wajah saya seperti mengembang karena panas dan kemudian menyusut karena didinginkan oleh keringat sehingga tampak kusut. Mata saya terasa berat untuk membuka mata. Aaahhhhh.. Memang siang-siang seperti ini enaknya memang tidur di rumah.
Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit saya sampai di tempat saya biasa menunggu angkutan umum menuju ke kampus saya, perjalanan masih sekitar 1 jam lagi dan masih harus 2 kali naik angkutan umum, begitu berat rasanya membayangkan bagaimana nanti ketika di perjalanan tubuh saya basah kuyup terpanggang, belum lagi kondisi di dalam mobil angkutan umum yang biasanya penuh sesak. Tapi kewajiban saya sebagai pembimbing kegiatan kemahasiswaan mengharuskan saya menahan semua rasa malas saya dan menarik nafas panjang untuk sekedar mengingatkan diri sendiri agar tidak mengeluh.
Tidak lama, mobil saya tunggu datang. Kebetulan kursi depan di sebelah supir kosong, saya langsung ambil posisi duduk disana, lumayan daripada di belakang pasti bakal berjejal-jejal.
Setelah mendapat posisi duduk yang nyaman, saya langsung mengeluarkan notebook saya karena ada satu tugas yang belum selesai.
selama di perjalanan, penumpang mobil itu tidak banyak hanya beberapa orang saja. Itu pun dengan jarak yang dekat sehingga ongkos yang di berikan pun nominalnya tidak besar. Saya merasa kasihan dengan supir yang rupanya sudah cukup berumur, dengan menggunakan kemeja yang ukurannya terlalu besar, kancingnya terbuka dan celana pendek yang lumayan usang. Namun ketika saya memperhatikan pak supir, ada sesuatu yang membuat pikiran saya kembali sejuk. Tak lama seorang penumpang turun dan memberikan ongkos sebesar seribu rupiah, saya agak aneh karena melihat jarak yang ditempuh penumpang itu harusnya membayar ongkos sebesar tiga ribu rupiah. Sekali lagi saya merasa sejuk ketika mendengar ucapan pak supir seolah tahu dengan apa yang ada dalam pikiran saya.
    "Nuju teu gaduheun panginten jang". Ucap supir itu.
saya langsung diam, dan merenung. Seorang supir dengan dandanan seperti ini bisa begitu ikhlas begitu tenang dan tidak mengeluh dengan ongkos pemberian penumpang itu meski ongkosnya kurang.
satu ucapan yang membuka pikiran saya dan mengingatkan saya dengan apa yang telah saya ikrarkan dalam tulisan saya sebelumnya untuk tidak mengeluh. bagaikan seorang malaikat yang diturunkan oleh Yang Maha Kuasa untuk mengembalikan  saya pada apa yang telah saya niatkan. Ya, malaikat.
Terkadang, malaikat itu hanya seorang supir angkutan umum yang tak bersayap, tak cemerlang dan tak rupawan. Mungkin saat ini disisi anda terdapat seorang malaikat yang akan membawa pintu hikmah bagi anda, buka mata, buka hati dan buka pikiran anda untuk setiap orang yang anda temui karena anda telah di takdirkan untuk bertemu dengan orang-orang itu dan pasti selalu ada hikmah dari setiap kejadian.
Selamat Pagi.. :)

Rabu, 20 Maret 2013

Hidup Yakin

Percayalah Pada Allah.. Semua kemampuan yang ada dalam diri datangnya dari Allah..

Motivasi itu datang dari sendiri, orang lain hanya media untuk membuka pintu motivasi itu..

Masalah datang ketika kapasitas diri kita lebih kecil dari hambatan.. tingkatkan kapasitas diri dan raih mimpi mu..

Lakukan yang bisa kamu lakukan, Allah akan lakukan apa yang tidak mampu kamu lakukan.. Yakinlah akan pertolongan-Nya..

Hidup Yakin..

Kenali diri, gali semua potensi yang ada pada dirimu, tembus batas kemampuanmu.

Senin, 11 Maret 2013

Jadilah Orang Yang Kuat Dengan Tidak Mengeluarkan Keluhan

Mengeluh, setiap manusia di dunia ini pasti pernah mengeluh. Setiap ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya hampir pasti dikeluhkan, mengeluhkan diri sendirikah, orang lainkah, bendakah atau apapun yang menurut dia menjadi penyebab tidak tercapainya keinginannya.
Mengeluh itu adalah kebiasaan yang dibenarkan, padahal mengeluh adalah salah satu tanda tidak bersyukur. Bahkan terkadang kita mengeluh dengan nada bicara yang membanggakan keluhan kita. Entah apa maksudnya, mencari sensasi atau sekedar mengharap perhatian.
Sebelum menjadi anggota BEM beberapa tahun yang lalu saya adalah seorang yang senang dengan mengeluh dan senang juga mendengarkan keluhan orang lain. Setiap orang yang memiliki keluhan dan keluhannya sejalan dengan keluhan saya akan saya layani keluhannya dengan keluhan lagi hingga akhirnya sampailah kita pada yang namanya Ghibah, yaitu membicarakan keburukan orang lain yang memang benar adanya.
Beberapa bulan terakhir saya membaca salah satu status facebook teman saya yang mengucapkan "mengeluh itu hanya membuat lemah.." sederhana tapi maknanya luar biasa untuk saya.
Ketika membaca itu saya langsung mempertanyakan kebenarannya dan ternyata memang benar. Seperti saya sebutkan di awal, mengeluh adalah salah satu tanda tidak bersyukur. Jika tidak bersyukur maka tidak bisa menikmati apa yang ada, tidak bisa menikmati apa yang ada tidak akan pernah bahagia karena akan selalu merasa kekurangan, tidak bisa menerima kekurangan berarti mentalnya lemah. Mengeluh juga secara tidak langsung memberitahukan kepada orang lain bahwa kita itu lemah terutama untuk orang-orang yang selalu mengeluh di jejaring sosial, selain membuka kelemahannya sendiri dia juga membuka aib terhadap apa yang dikeluhkannya, meskipun yang dikeluhkannya adalah barang tapi pasti ada yang membuat. Pembuatnya itulah yang akan mendapatkan dampak negatif dari keluhan anda.
Bagaimana agar tidak mengeluh?
Caranya mudah saja namun sulit ketika mengawalinya, apalagi untuk orang-orang yang terbiasa dengan mengeluh. Namun, ketika anda berhasil melakukannya anda akan merasakan perbedaan dalam diri anda ketika menjalani hidup. Caranya adalah cobalah untuk tidak mengeluarkan keluhan dan berkata kasar selama 3 hari berturut-turut. Mudah kan? Kalo memang mudah silakan dicoba. Jika gagal, jangan berhenti mencoba. Karena ini akan melatih anda untuk menahan keluhan yang anda rasakan agar tidak anda ucapkan, cukup dirasakan oleh anda sendiri dan nikmati semua prosesnya.
Selamat mencoba, semoga berhasil dan jadilah orang yang hebat dengan tidak mengeluh. Semoga bermanfaat.. :)  

Minggu, 24 Februari 2013

Di Suatu Shubuh

Drrrrtttt.... drrrtttt... drrrttttt....

Suara getaran handpone membuatku terbangun dari tidur. Getaran yang timbul karena temanku menelpon untuk membangunkanku sahur. Ya, malam itu memang saya meminta teman saya untuk membangunkan sahur dalam rangka puasa sunnah Asy-Syura dua hari ke depan.
Saya langsung terbangun dan cuci muka, lari ke dapur karena sahur puasa sunnah berbeda dengan sahur puasa Ramadhan, kali ini tidak ada peringatan imsak jadi harus agak ngebut agar aman. Alhamdulillah selesai sahur masih bisa menghisap rokok walaupun hanya beberapa hisap karena adzan sudah berkumandang.
Selesai sholat shubuh saya nyalakan notebook. Berpikir jika shubuh ini ditemani murotal akan terasa lebih nyaman. Suara-suara ceramah kuliah subuh terdengar di beberapa masjid. Benar-benar luar biasa suasana shubuh ini. Saya yang biasanya selalu kesiangan untuk melaksanakan sholat shubuh, kini sholat shubuh tepat waktu. Subhanallah, betapa indahnya suasana dunia di shubuh seperti ini. Saya tidak akan menjelaskan seperti apa suasananya, karena akan sangat sulit jika harus dijelaskan. Cobalah untuk bangun lebih awal dan nikmati pagi sebelum sinar matahari datang. Saya yakin anda tidak akan kecewa.
Pernah saya baca sebuah kaliat dalam akun jejaring sosial saya yang intinya adalah melakukan sesuatu di waktu shubuh niscaya akan sangat beguna dan tak akan sia-sia. Saya melakukan beberapa kegiatan seperti membaca artikel-artikel, cerpen-cerpen islami dan cerita-cerita motivasi untuk bekal saya dalam menjalani hari.

Semoga saya selalu diberi kesempatan untuk menikmati shubuh sebelum sinar matahari datang.
Aamiin..

26 Januari 2013

Selasa, 22 Januari 2013

.: Tetaplah hidup, Pagi :.

Foto : kfk.compas.com
............................................................

Menatap sinar yang datang dengan malu..
Di ufuk timur,
mengusik jutaan titik embun,
di lembah jalanan Sidareja

Tadi, di sepertiga malam.
Alam ini terasa begitu sunyi,
Hanya nyanyian ayat suci,
yang menemani.


Kini, 
pagi mulai bergairah.
Ribuan pohon melambai pada jalanan.
Pada manusia-manusia pagi. 

Pukul 5:40,
Pagi kembali sepi.
Embun menyapa kembali.
Dingin menyerang kembali,
di tengah hutan,
di tepian jalan Sidareja ini

Tak lama, 
Pagi kembali lagi.
menghidupkan kembali manusia pagi,
yang berjalan sedikit berlari.
Menghidupkan kembali pagi yang barusan mati..

Tetaplah hidup, pagi.
Hingga surya pergi sembunyi..

Senin, 14 Januari 2013

.: Kejadian Tak Terduga Saat Berbagi Nasi :.

Hari Sabtu tanggal 12 Januari 2013 tim BerbagiNasiID menggelar kegiatan menabung di Daerah Jakarta dengan amunisi sebanyak 1017 bungkus nasi dan 51 gerilyawan/ti. Jumlah yang luar biasa banyak dari biasanya. Ini menandakan bahwa semakin banyak orang yang ingin berbagi.
Oh iyaa, bagi kawan-kawan yang belum mengetahui dan ingin tahu apa itu Berbagi Nasi silakan baca terlebih dahulu postingan saya sebelumnya yang berjudul Hikmah Satu Bungkus Nasi.
Kali ini ada sebuah cerita yang sangat luar biasa ketika proses menabung dilaksanakan.

.: Untuk Kita, Mengenai Bapak Tua Kita :.


Kau kini tumbuh besar kawan.
Kau lihat ayah semakin menua dan melemah.
Kini,
Dia berbeda dengan yang dulu.
Dulu ia berani berbicara dengan nada keras ketika kau salah.
Tapi kini, nada suaranya begitu rendah padamu.
Tapi kini kau selalu di minta pendapat olehnya.
Dulu tangannya begitu mudah melayang padamu.
Kini tanggannya sulit untuk menyentuhmu dengan kekasaran
Ia menyekolahkanmu,



sehingga ia menyadari bahwa kau orang berilmu.
Ia melihatmu mulai berprestasi,
sehingga ia melihatmu tidak sebagai orang biasa.
Ia melihatmu diperlukan banyak orang.
Sehingga ada rasa segan padanya dan memperlakukanmu sebagaimana dulu.
Ia melihat dirimu sudah bisa mencari uang.
Sehingga  dia merasa bahwa kau sudah mandiri.
Kawan,
apakah karena berilmu, lalu kita berani membodoh-bodohkan bapak tua kita?
Apakah karena sudah bisa mencari uang sendiri lalu kita perlakukan mereka seperti babu?
Apakah karena kita diperlukan banyak orang, kita anggap mereka tak berharga?
Kita sibuk dengan proyek dan bisnis tanpa ada sapa untuk mereka.
Apakah karena kita sudah merasa menjadi raja.
Kita anggap mereka pembantu atau orang kampung pinggiran yang tak berguna.
Bodoh sekali, kalau semua itu membuat kita memandang rendah bapak dan ibu.
Hanya karena alasan karir, uang, profesi dan teman-teman yang belum tentu setia.
Telah memberi derajat kita sebagai manusia.
Kalau diantara kita ada yang seperti itu,
kita telah menjual bapak dan ibu,
kita telah menghilangkan kerinduan dalam hati mereka memiliki seorang anak.
Setelah sekian lama diperjuangkan, kita melupakannya.
Untuk apa kita hidup, kita bekerja, kita belajar, percuma !
Ingat,
mereka semakin menghargai kita semakin kita bertambah besar.
Ia juga semakin menyimpan harapan di pundak kita.
Karena kita anak yang ia banggakan, anak yang ia jagokan
Kawan,
Tangismu tak berguna.
Kawan,
buatlah mereka tersenyum dan menangis karena memilikimu.
Bukan menangis sakit hati, tapi bangga.
Bahwa inilah anak yang dulu ia dambakan kehadirannya.
-Bambang Achdiat-