Setiap
manusia dituntut untuk selalu belajar. Ada yang mengatakan bahwa hanya
manusia bodoh dan pemalas yang tidak pernah mau belajar. Belajar adalah
sebuah proses, dan proses tersebut tidak boleh putus. Orang Barat (kita
menyebutnya bule-bule) mengatakannya sebagai lifetime learning atau juga never ending education. Kita mungkin bertanya sejenis makanan apaan sih
itu? Sederhananya saya membahasakan itu sebagai belajar seumur hidup
dan karenanya seumur hidup kita adalah untuk terus belajar. Kenapa harus
terus-terusan belajar? Karena kita bukan Tuhan, maka kita harus
belajar, dan belajar, dan teruslah belajar. Sepanjang kita meniti hidup
ini, sampai suatu saat nanti ketika ajal datang menjemput kita, selama
itu pula kita harus terus belajar.
Apa
yang perlu kita pelajari selama itu? Banyak! Bukan hanya belajar
pelajaran sekolah, tapi pelajaran-pelajaran yang tidak Anda temui di
bangku sekolah. Belajar untuk sabar, belajar memahami dan
menjalani hidup, belajar untuk mampu mensyukuri apa yang sepintas
terlihat tak pantas disyukuri, belajar menahan amarah, belajar mencintai
orang yang sepertinya tak layak dicintai, belajar mengasihi mereka yang
berbeda dengan kita, belajar memberi dari segala kekurangan kita, dan
masih banyak lagi. Termasuk belajar hidup secukupnya, tidak
serakah dan berlebihan. Pelajaran yang kita terima dan peroleh tersebut
akan membuat kita semakin kaya dalam hidup ini. Apapun jabatan dan
status sosial yang kita sandang.
Kita
memang hanyalah manusia biasa. Kita adalah ciptaan dan bukannya Sang
Pencipta.