Senin, 07 Januari 2013

.: Belajar Menjadi Miskin :.

Setiap manusia dituntut untuk selalu belajar. Ada yang mengatakan bahwa hanya manusia bodoh dan pemalas yang tidak pernah mau belajar. Belajar adalah sebuah proses, dan proses tersebut tidak boleh putus. Orang Barat (kita menyebutnya bule-bule) mengatakannya sebagai lifetime learning atau juga never ending education. Kita mungkin bertanya sejenis makanan apaan sih itu? Sederhananya saya membahasakan itu sebagai belajar seumur hidup dan karenanya seumur hidup kita adalah untuk terus belajar. Kenapa harus terus-terusan belajar? Karena kita bukan Tuhan, maka kita harus belajar, dan belajar, dan teruslah belajar. Sepanjang kita meniti hidup ini, sampai suatu saat nanti ketika ajal datang menjemput kita, selama itu pula kita harus terus belajar.
Apa yang perlu kita pelajari selama itu? Banyak! Bukan hanya belajar pelajaran sekolah, tapi pelajaran-pelajaran yang tidak Anda temui di bangku sekolah. Belajar untuk sabar, belajar memahami dan menjalani hidup, belajar untuk mampu mensyukuri apa yang sepintas terlihat tak pantas disyukuri, belajar menahan amarah, belajar mencintai orang yang sepertinya tak layak dicintai, belajar mengasihi mereka yang berbeda dengan kita, belajar memberi dari segala kekurangan kita, dan masih banyak lagi. Termasuk belajar hidup secukupnya, tidak serakah dan berlebihan. Pelajaran yang kita terima dan peroleh tersebut akan membuat kita semakin kaya dalam hidup ini. Apapun jabatan dan status sosial yang kita sandang.
Kita memang hanyalah manusia biasa. Kita adalah ciptaan dan bukannya Sang Pencipta.

Minggu, 06 Januari 2013

Siapa yang Salah ? Aku !

Anak kecil berusia belasan,
dengan rambut kecoklatan,
duduk dengan sikut menjepit pintu mobil
beberapa lembar uang ia pegang
sambil terus meracau pada tiap orang berdiri di tepi jalan..
di seberang jalan, kulihat sekelompok anak seusianya
tengah mengayuh sepeda,
bersenda gurau,
menikmati suasana bermain di hari liburnya..
Ironi kehidupan..
siapa yang salah?

Aku Kaktus, Keras dan Berduri

kaktus
ah, rasanya terlalu muluk untuk menjadi bunga matahari, mawar atau bakhan melati
aku hanyalah pohon kaktus, keras dan berduri
apa indahnya dilihat?
tak seperti bunga matahari yang tinggi menjulang, seolah bunga matahari tak takut pada apapun
tak seperti bunga matahari yang memiliki warna yang mempesona
ia aku memang kaktus, keras dan  berduri
tak seperti mawar, yang setiap momen penuh kasih selalu hadir
tak seperti mawar, yang indah dilihat
tak seperti mawar, yang selalu disimpan bahkan hingga layu
ia aku memang kaktus, keras dan  berduri
tak seperti melati yang wanginya semerbak
tak seperti melati yang terlihat suci
sekali lagi aku memang kaktus, keras dan berduri
namun tahukah kalian aku mampu hidup di daerah minim air
aku mampu hidup dalam kondisi apapun
mampu melindungi diri dengan duri yang kumiliki
duriku melambangkan aku tak “mudah” untuk disentuh
aku memang keras, keras karna terpaan badai kehidupan
membentuk pribadiku yang mampu melewati segala tantangan hidup

http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/01/04/aku-kaktus-keras-dan-berduri-516512.html

Sabtu, 05 Januari 2013

NATO (No Amplop Thank's Only)



Jujur saya mulai agak gerah dengan sikap para pegawai pemerintahan dari mulai tingkat Desa/Kelurahan sampai ke tingkat kementrian bahkan mungkin juga ke tingkat kepresidenan (bukan provokasi). Setelah saya mengalami sendiri bagaimana piciknya pikiran seorang pegawai pemerintah dalam mencari kesempatan dalam kesempitan. 
Berawal pada saat pembuatan Kartu Keterangan Tidak Mampu sebagai syarat pengajuan beasiswa di kampusku. Saat pergi ke kantor Kepala Desa untuk meminta legalisir SKTM yang saya buat, pelayanannya memang bagus namun pelayanan yang bagus itu jadi tercoreng saat prosesi penyerahan surat yang saya buat.
"Biayanya Rp. 10.000,- Pak" ucap aparatur pemerintah tersebut.
Saya pun kaget, surat yang dibuat untuk menyatakan bahwa orang tersebut dalam surat tidak mampu dan layak dibantu saja masih di minta bayaran, apa memang harus seperti itu dalam aturan pemerintah bahwa 1 lembar surat dan tanda tangan yang di keluarkan oleh kantor kepala desa harus di ganti dengan sejumlah uang. Saya tidak tahu, tapi menurut saya itu sudah tugas mereka dan sudah kewajiban pemerintah untuk menyediakan semua kepentingan administrasi kependudukan setiap warganya. Jadi tidak perlu lagi meminta bayaran kepada masyarakat.

Senin, 31 Desember 2012

1% lebih baik tiap harinya, akhir tahun menjadi 360% lebih baik dari hari ini..

Beberapa jam yang lalu, ledakan kembang api, tiupan terompet dan bunyi-bunyian lainnya meramaikan pergantian tahun 2012 menuju 2013. Beribu ucapan dan harapan memenuhi halaman awal jejaring sosial, facebook, twitter bahkan beranda kompasiana pun penuh dengan tulisan bertemakan tahun baru. Semua harapan yang terucap pada dasarnya ingin sesuatu yang baru dan lebih baik.

Pergantian tahun, bulan, hari, bahkan jam ke jam pun pada dasarnya sama, karena hal-hal tersebut merupakan bentuk perubahan bagi hidup kita. Perubahan yang akan selalu mengikuti manusia yang masih memiliki nyawa. Selama pergantian waktu tersebut yang sebenarnya membedakan kita adalah tingkat kualitas diri kita, jadi lebih baik atau lebih buruk.Pergantian tahun baik itu tahun masehi, akhir tahun hijriah atau akhir tahun umur kita menjadi momen untuk evaluasi, perbaikan kualitas dan pencapaian diri kita selama ini. Karena itu banyak yang membuat resolusi dan evaluasi diri tiap pergantian waktu tersebut.
Namun sebetulnya, resolusi dan evaluasi diri harusnya bisa dilakukan setiap waktu yang lebih pendek, tiap bulan, minggu , hari, jam, menit ataupun terhadap setiap kejadian yang terjadi pada hidup kita. Karena semakin detil evaluasi biasanya akan semakin baik.

Minggu, 30 Desember 2012

Hikmah Satu Bungkus Nasi


Siapa yang tidak tahu keutamaan bersedekah?
Semua orang tentu sudah tahu keutamaan sedekah dalam islam sehingga tidak perlu saya jelaskan. Kebetulan saya pun belum pantas untuk memberi penjelasan. He
Saya ingin berbagi pengalaman saya beberapa hari yang lalu ketika mengikuti kegiatan social dengan tajuk “Berbagi Nasi” di Kota Tasikmalaya. Berbagi Nasi lahir dari pemikiran seorang Danang Nugroho yang berasal dari Kota Bandung. Dengan cita-cita sederhana yaitu hanya ingin semua warga Bandung berbuat baik. Dengan alasan bahwa berbuat baik itu tidak perlu dalam bentuk uang ia menjalankan program Berbagi Nasi (www.seputarindonesia.com). Program yang sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh semua kalangan. Setelah satu tahun berjalan program Berbagi Nasi kini telah berkembang semula hanya dari Kota Bandung tempat tinggal Danang dan diawali dengan hanya dapat membagikan 4 bungkus nasi kepada pengemis dan tunawisma di daerah Bandung, kini program Berbagi Nasi telah di jalankan di beberapa Kota Di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Sumedang, Garut, Batam , Bogor dan Tasikmalaya serta telah berhasil membagikan ratusan bungkus nasi dalam setiap aksinya.
Oke, cukup tentang sejarah Berbagi Nasinya. He
Kembali ke pengalaman saya.

Renungan Malam Tahun Baru..

Tahun 2012 akan segera berakhir dan 2013 akan segera datang. Banyak orang menyiapkan diri akan datangnya tahun 2013. staisun televisi, radio sampai APBD sengaja mengalokasikan acara dan dana untuk menyambut tahun baru ini.
Berjuta-juta bahkan ada yang sampai bermilyar rupiah di keluarkan untuk menyambut datangnya tahun 2013. Beragam jenis hiburan dari mulai acara konser, pesta kembang api, liburan dan banyak hal lain yang dilakukan untuk mmenyambut tahun baru ini dengan anggaran yang tak sedikit.
Di kota ku saja hampir 3 acara konser musik di waktu yang sama di tiga tempat sekaligus dalam rangka menyambut tahun baru. Sudah hampir pasti pusat-pusat keramaian akan dipenuhi oleh manusia. Kembang api saling berteriak di atas lautan manusia seperti sedang menyambut gembira detik-detik pergantian tahun.
Di jalan raya beribu kendaraan antri sepanjang jalan hanya untuk menikmati suasana penyambutan tahun baru.  uara terompet melengking di tiup ratusan manusia seperti jeritan suka cita menyambut pergantian tahun.
Mendekati pukul 12 malam riuh suara kendaraan, terompet, kembang api dan suara-suara tawa semakin menjadi. Motor-motor dengan knalpot bising keluar dari persembunyian mulai membentuk barisan seperti akan melakukan serangan.
Beberapa detik menjelang pukul 12 malam suara riuh gemuruh semakin luar biasa, teriakan Master of Ceremony acara konser menggema di antara gemuruh suara lain.
Hitungan mundur 10 detik dimulai.